8 WNI Dinyatakan Positif Covid-19 di India


New Delhi - Delapan warga negara Indonesia (WNI) dinyatakan positif virus Corona di wilayah India. Mereka disebut sebagai bagian dari kelompok program keagamaan yang sempat bepergian dengan kereta api.

Seperti dilansir Times of India, Kamis (19/3/2020), otoritas India sebelumnya melacak pergerakan sebuah kelompok beranggotakan 10 orang dari Indonesia yang diketahui sempat tinggal di madrasah di Karimnagar, Telangana, India.

"Kelompok itu datang untuk sebuah program keagamaan," sebut pejabat setempat, Shashanka, usai menggelar rapat dengan Tim Cepat Tanggap Corona.

Menurut sumber yang dikutip Times of India, para WNI itu berangkat dari New Delhi menuju Ramagundam dengan kereta api pada 13 Maret. Dari Ramagundam mereka melanjutkan perjalanan ke Karimnagar dan tiba di sana pada 14 Maret. Para WNI itu disebut sempat tinggal di Karimnagar selama tiga hari.

Tim Cepat Tanggap Corona dikerahkan untuk melacak pergerakan dan mencari orang-orang yang sempat kontak dengan para WNI itu.

Para WNI ini awalnya mendatangi kantor polisi setempat untuk melaporkan kedatangan mereka -- sesuai aturan hukum yang berlaku. Saat polisi meminta surat keterangan sehat dari mereka, para WNI itu memeriksakan diri ke rumah sakit setempat pada 15 Maret. Shashanka menyebut medical check-up telah dilakukan, namun salah satu dari WNI itu diketahui mengalami gejala-gejala virus Corona. Mereka pun dibawa ke rumah sakit Gandhi untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Satu WNI di antaranya dinyatakan positif virus Corona pada Selasa (17/3) waktu setempat. Tujuh WNI lainnya dinyatakan positif virus Corona pada Rabu (18/3) kemarin. Kini para WNI itu diisolasi di rumah sakit Gandhi. Total kasus virus Corona di wilayah Telangana kini mencapai 13 kasus. Secara nasional, otoritas India mengonfirmasi 151 kasus virus Corona di wilayahnya, dengan 3 orang meninggal.

Laporan Times of India menyebutkan bahwa para WNI itu sempat berupaya meninggalkan rumah sakit saat hendak diperiksa. Asisten Komisioner Polisi Kota Karimnagar, Ashok Kumar, menyebut bahwa otoritas rumah sakit pemerintah setempat sempat kesulitan menghalangi para WNI itu untuk tidak pergi. Pihak rumah sakit lantas meminta bantuan polisi untuk mengawasi para WNI itu.

Kumar menambahkan bahwa sebuah masjid yang sempat menjadi tempat singgah para WNI itu telah diidentifikasi dan dibersihkan.

Sedikitnya 8 orang yang disebut sebagai 'kontak utama' atau yang pernah melakukan kontak langsung dengan para WNI itu telah dikarantina. Otoritas setempat masih terus melacak orang-orang lainnya yang mungkin melakukan kontak dengan para WNI itu.


Sumber: Detik.com