News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

LPS Sebut Kondisi Perbankan Nasional Masih Stabil

LPS Sebut Kondisi Perbankan Nasional Masih Stabil


Jakarta - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat kondisi perbankan nasional saat ini masih dalam kondisi stabil.

Dalam siaran pers Sekretaris LPS Muhamad Yusron mengungkapkan rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) masih berada di level 22,72%.

"Kondisi likuiditas yang relatif cukup dengan loan to deposit ratio (LDR) mencapai 91,76%," kata Yusron dalam keterangan resmi, Jumat (10/4/2020).

Dia mengungkapkan sejumlah bank bahkan memiliki LDR yang rendah terutama BUKU 1 dan BUKU 2 yang berada di level 88-89%.

Kemudian untuk non performing loan (NPL) secara gross terpantau stabil di level 2,79% dengan return on asset (ROA) 2,46%.

Sementara itu, simpanan juga masih menunjukkan pertumbuhan year on year yang positif yakni 7,77%, bahkan data harian di akhir Maret 2020 memperlihatkan peningkatan pertumbuhan menjadi 9,79% secara year on year.

"Demikian pula untuk tren rata-rata suku bunga simpanan industri perbankan yang masih mencatat tren penurunan sebesar 28 bps sepanjang kuartal I 2020 menjadi 5,5%," jelas dia.

Yusron menjelaskan, LPS secara berkala membuat skenario yang bertujuan menguji kecukupan dana LPS dalam melaksanakan fungsinya menjamin simpanan nasabah dan resolusi bank.

Dalam situasi normal, skenario yang digunakan LPS adalah menangani 1 bank kecil, 1 bank menengah besar dan 5 bank perkreditan rakyat (BPR).

Kemudian, dia menyampaikan dalam hal pendanaan LPS tidak mencukupi, berdasarkan pasal 20 ayat (1) huruf b jo. Pasal 24 ayat (1) Perpu Nomor 1 Tahun 2020, LPS dapat melakukan/menerima penjualan atau repo surat berharga negara (SBN) yang dimiliki LPS kepada Bank Indonesia, penerbitan surat utang, pinjaman kepada pihak lain dan pinjaman kepada pemerintah.

Kebutuhan pendanaan LPS merupakan bagian tindakan antisipasi dan forward looking KSSK untuk mencegah pemburukan perekonomian nasional atau menjaga stabilitas sistem keuangan.

"Sehubungan dengan munculnya berita terdapat 8 bank yang berpotensi gagal, kami ingin menegaskan bahwa berita tersebut tidak benar," ujarnya.

Sumber: Detik.com

Tags