Sandiaga Uno akan Kunjungi Pelalawan

 


Pelalawan - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno telah menyatakan kesediaan melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Pelalawan dalam waktu dekat.

Agenda utama Menparekraf adalah meninjau destinasi wisata Bono di Kecamatan Telukmeranti yang telah menjadi ikon wisata Kabupaten Pelalawan dan Provinsi Riau, serta dijadwalkan menghadiri Upacara Adat Penabalan Akbar di Istana Sayap Kesultanan Pelalawan.

"Undangan untuk Bang Menteri terbilang sangat istimewa, melibatkan tiga institusi berwibawa, yaitu: Sultan Pelalawan, LAMR Kabupaten Pelalawan dan Pemkab Pelalawan sendiri," terang Datuk Seri Tengku Zulmizan F. Assagaff, selaku Ketua Umum DPH Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Pelalawan/Datuk Bendahara Kesultanan Pelalawan, Jumat (17/9/2021).

Dikatakannya, komunikasi hajatan ini telah dijalin cukup lama dan pihak Sandi memberi respon positif, tetapi selama ini terpaksa ditunda karena kondisi pandemi Covid-19 yang masih berat.

Upacara Adat Akbar yang akan ditaja di Istana Sayap Kesultanan Pelalawan cakapnya, meliputi penabalan Anugerah Gelar Adat dari Sultan Pelalawan kepada Tuan Sandiaga Salahuddin Uno, penabalan Bupati dan Wakil Bupati Pelalawan sebagai Datuk Setia Amanah Masyarakat Adat dan Timbalan, Penabalan Perangkat Kerabat Kesultanan Pelalawan yang baru-baru ini diangkat oleh Sultan.

"Ketiga penabalan akan taja dalam suatu rangkaian upacara adat akbar yang akan didahului dengan upacara adat "Togak Tonggol dan Payung Panji Adat", event istiadat lokal yang telah diakui secara nasional sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) dari Kabupaten Pelalawan," ungkapnya.

Kesan kami, paparnya, Sultan Pelalawan X Assayyidis Syarif Kamaruddin Haroen Tengku Besar Pelalawan sangat berharap Bang Menteri bisa hadir di Istana Sayap, selain agenda melihat Bono. Karena harapan yang besar itulah Sultan sampai berhajat akan memberi anugerah gelar adat yang istimewa untuk Bang Menteri yang merupakan Putera kelahiran Riau tersebut.

Selain mengirim surat resmi, Sultan juga sengaja mengutus tim khusus dari kerabat kesultanan menghadap Sandi, dipimpin langsung dirinya, didampingi Dr. Ir. H.Tengku Edy Sabli, M.Si (Datuk Mangkubumi), Ir. H. Tengku Wahidudin, M.Si (Tengku Dalam) dan Ir. H. Tengku Zuhelmi, M.Si (Datuk Biduando).

Dengan berpakaian adat lengkap dengan tepak sirih, utusan Sultan sengaja bertemu Sandi dalam suatu upacara adat yang disebut "merisik" dan "meminang" di sela-sela kunjungan menteri ke Gerai Sentra Budaya Ekonomi Kreatif Melayu Riau di Kawasan Balai Adat Melayu Riau, Ahad (12/9/2021).

"Alhamdulillah tepak sirih yang dipersembahkan sebagai simbol pinangan telah diterima dengan baik oleh Bang Menteri. Secara adat hal itu merupakan isyarat yang bermakna Beliau berkenan dan menerima hajat yang disampaikan, dalam hal ini meminang untuk dianugerahkan gelar adat oleh Sultan. Beliau menyatakan sangat tersanjung atas atensi dan kepercayaan itu, serta mengucapkan terima kasih dan berkirim salam Kepada Duli Yang Mulia Sultan Pelalawan," imbuhnya.

Kemudian, dalam prosesi adat yang juga dihadiri oleh Gubernur Riau Syamsuar, Pucuk Pimpinan LAM Riau dan tokoh-tokoh lainnya, Sandi juga menyatakan kesediaannya untuk menghadiri 'jemputan agung' ke Istana Sayap selain meninjau Bono, dan minta para pihak segera mendiskusikan waktu pelaksanaan yang tepat.

Mengenai rencana jadwal kegiatan, dalam surat undangan kami telah mengajukan usulan tanggal 23-24 Oktober 2021. Pertimbangannya pada waktu tersebut gelombang Bono diprediksi sedang pada puncak besar karena bertepatan dengan air pasang purnama penuh (fullmoon) bulan Rabbiul Awwal 1443 H.

"Tentu kami sangat berharap jadwal kunjungan Bang Menteri akan sesuai rencana, namun kami siap saja menyesuaikan, yang penting Bang Menteri jadi berkunjung ke Pelalawan," harapnya.

Ia mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Pelalawan turut berdo'a semoga hajat besar ini berjalan lancar sesuai harapan dan disampaikan oleh Allah SWT. Dan juga semoga situasi pandemi Covid-19 semakin kondusif, kurvanya pun kian melandai, sehingga tidak lagi akan menjadi aral melintang.

Sumber: Cakaplah.com