News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

'Preman Insaf', Anggota Geng Ikut Usir Warga yang Keluyuran di Jalan Saat Lockdown

'Preman Insaf', Anggota Geng Ikut Usir Warga yang Keluyuran di Jalan Saat Lockdown




Jakarta - Kepolisian El Savador dapat bantuan yang mungkin tak pernah dikira sebelumnya. Sekelompok geng yang sebelumnya dikenal brutal, membantu mereka mengusir warga dari jalanan saat lockdown.

Geng jalanan El Savador dikenal kejam dan bengis saat beraksi. Mereka kerap melakukan tindak kekerasan bahkan sampai membunuh dalam melakukan aksinya. Serangkaian kekerasan yang mereka lakukan membuat puluhan ribu orang sampai mengungsi meninggalkan kota-kota yang dikenal punya tingkat kriminal tinggi.

Namun kini beberapa kelompok geng itu turun tangan membantu pemerintah. Dikutip dari DailyMail, ada kelompok geng yang membantu mengusir warga yang masih berkeliaran di jalan saat pemerintah sudah menetapkan lockdown pada 22 Maret lalu.

Tapi cara-cara kekerasan (sayangnya) masih dipakai oleh kelompok geng itu. Mereka turun ke jalan membawa tongkat pemukul untuk menakuti warga supaya tetap berada di rumah.

Bahkan mereka membuat rekaman audio dan video ancaman untuk warga tidak keluar rumah. Anggota geng yang 'membantu' penerapan lockdown itu diyakini berasal dari grup Barrio 18 dan MS-13, sebuah organisasi kriminal yang diisi orang-orang yang sudah dideportasi dari Amerika Serikat.

"Kami tidak ingin melihat siapa pun ada d jalanan. Jika Anda keluar, sebaiknya tujuannya adalah ke toko, dan Anda sebaiknya memakai masker," demikian salah satu rekaman audio dari geng itu.

Entah karena peran para geng atau disebabkan oleh penyebaran virus corona, angka pembunuhan di El Savador menurun drastis. Jika pada Februari tercatat ada 114 pembunuhan, angkanya turun menjadi 'cuma' 65 kasus di Maret. El Savador merupakan salah satu negara dengan tingkat kasus pembunuhan paling tinggi.

Di El Savador sejauh ini tercatat ada 103 kasus positif corona dan lima kematian. Namun pemerintah setempat khawatir kasus positif corona dan angka kematian akan meledak lantaran fasilitas kesehatan yang minim di sana.***




Sumber: Detik.com

Tags