Jalan Rusak Parah, Harga Sembako Jadi Mahal

 

Rohul - Jalan lintas provinsi Riau (Jalinprov) di desa Sontang, kecamatan Bonai Darussalam kabupaten Rokan Hulu, mengalami rusak parah  dan tak kunjung diperbaiki. Hal itu membuat  naiknya sejumlah harga kebutuhan pokok (Sembako). 

Bahkan, badan jalan yang menghubungi kabupaten Rokan Hulu dan Bengkalis itu semakin memprihatinkan dengan masuknya musim hujan, yang menjadikan badan jalan tergenang dan berlumpur bak kubangan kerbau. 

Meski begitu, hingga saat ini tak ada tanda-tanda jalan tersebut akan diperbaiki Pemerintah. Akibatnya, jalur transportasi  yang menjadi urat nadi perekonomian masyarakat menjadi terganggu. Baik warga yang ingin membawa hasil perkebunan maupun masyarakat yang ingin mengurus administrasi ke kantor Camat maupun Pemkab. 

Pantauan lapangan klikmx.com Senin (1/9/2020) siang tampak kerusakan jalan yang berada tepat di KM 286-287 itu semakin parah. Badan jalan sepanjang sekitar 1 KM itu tampak tertutup lumpur tebal. 

Bahkan, bila diguyur hujan badan jalan tidak bisa dilewati, sejumlah kendaraan bertonase besar yang nekat melintas tampak terpuruk dan sulit untuk keluar dari kubangan lumpur yang mencapai kedalaman sekitar 1 meter. 

Kepala Desa Sontang, Zulfahrianto SE saat dikonfirmasi mengatakan kerusakan jalan sudah berlangsung lama, yakni tiga tahun lalu. Namun, kerusakan terparah sudah berlangsung satu tahun terakhir.

"Rusaknya sudah tiga tahun lalu, terparah satu tahun belakangan," kata Zulfahrianto, Selasa (1/9/2020), mengutip dari Klikmx.com.

Kondisi rusaknya jalan itu kata dia membuat seluruh aktivitas ekonomi masyarakat terganggu. Bahkan, harga-harga kebutuhan pokok menjadi lebih mahal, lantaran jarak dan waktu tempuh yang biasanya 1 jam dari Duri menjadi 3 jam. 

"Kerusakan ini membuat harga-harga kebutuhan pokok masyarakat jadi mahal, karena waktu tempuh menjadi lebih lama bila dibandingkan dengan kondisi jalan bagus. Bahkan, ada yang mutar lewat Pasir Pengaraian, kalau dari Pekanbaru mau 7 jam, yang normalnya 3 jam," ungkapnya. 

Dirinya berharap agar pemerintah provinsi segera memperbaiki jalan tersebut. "Ya, masyarakat berharap segera diperbaiki lah karena memang kondisinya sudah sangat parah," tutur Kades yang juga Ketua KNPI Rokan Hulu ini. 

Dengan kondisi ini lanjut Zulfahrianto, Pemerintah Desa Sontang, Kecamatan Bonai Darussalam, tidak tinggal diam. Berbagai upaya sudah dilakukan. Mulai dari minta bantuan perusahaan yang beroperasi di sekitar desanya untuk memperbaiki jalan  hingga mendatangi Pemprov Riau, mengadukan kondisi jalan tersebut.

"Selama ini hanya perusahaan yang bantu perbaikan, kalau dari Pemerintah belum ada," ucap dia. 

"Saya bersama masyarakat Desa Sontang juga sudah pernah mengadu ke Gubernur Riau Syamsuar. Tapi jawabannya hanya kondisi keterbatasan anggaran," kata Zulfahrianto, yang saat itu didampingi Sekdes Sontang Mulyadi S SE, Selasa (1/9/2020).

Tidak sampai disitu, bahkan berdasarkan inisiatif Pemerintah Desa Sontang, sudah mengumpulkan sebanyak 12 perusahaan perkebunan yang sehari-sehari memanfaatkan Jalinprov tersebut untuk mengangkut hasil produksi.

"Kalau memang tidak ada anggaran, harusnya pemprov Riau mencarikan solusi lain. Namun, hingga kini belum ada solusi yang diberikan oleh pihak Pemprov," ungkap pria yang karib disapa Anto Sontang itu.

Diakui Anto Sontang, dengan kondisi jalan saat ini, dirinya bersama masyarakat Desa Sontang dan desa-desa lain yang memanfaatkan jalan tersebut sebagai sarana transportasi, merasa tidak mendapatkan keadilan dari Pemprov Riau.

Padahal, kata Anto Sontang, di daerahnya tersebut, banyak perusahaan-perusahaan perkebunanan kelapa sawit, yang beroperasi dan mengembangangkan usahanya. Selain itu juga ada perusahaan  pengeksplor Minyak di desa tersebut. Tentunya, usaha tersebut akan memberikan sumbangan penghasilan bagi Pemprov Riau.

"Bukan hanya perusahaan perkebunan. Di Desa kami juga ada beberap sumur pengeboran minyak yang dikelola pemerintah. Tentunya ini menjadi penyumbang penghasilan ke daearah. Namun mengapa kami tidak diperhatikan," keluh Anto Sontang.

Ditambahkannya, dengan kondisi jalan yang rusak ini, Pemprov Riau seharusnya mencarikan solusi untuk memperbaiki jalan tersebut.

"Harusnya Pemprov Riau mencarikan solusi, bukan malah mengeluh karena keterbatasan anggaran. Karena, Pimpinan itu bukan menyampaikan keluh kesah, tapi menerima keluh kesah masyarakat," papar Anto Sontang menanggapi pernyataan Gubernur Riau Syamsuar yang mengaku belum bisa memperbaiki jalan karena uang tidak ada.