Pemodal Kitamart Adukan Nasib ke Camat Mandau

Mandau - Masih ingat kasus gerai Kitamart 5 Duri yang menghebohkan beberapa waklu lalu. Kasus  yang sempat membuat ketar ketir sejumlah pihak itu ternyata tak jua kunjung terselesaikan. Ibarat api dalam sekam, kasus itu terus bergulir. 270 pemegang saham (penyaham)  terus berjuang agar dana umat sebesar Rp 1,2 milyar bisa dikembalikan.

Perjuangan tak kunjung lelah membawa kasus ini  ranah hukum dan jalur mediasi sudah dilalui namun tuntutan mereka seakan membentur tembok tinggi. Tiga tahun berjalan tanpa solusi, akhirnya mereka mengadukan nasib ke Camat Mandau selaku pimpinan wilayah

“Kemana lagi kami mengadu. Mediasi susah kami lalui. Jalur hukum sudah juga kami jalani. Tapi tuntutan kami dianggap angin lalu. Maka nya hari ini kami mengadu berkeluh kesah, mengadu ke pak Camat selaku ayah kami di sini. Kami sudah mentok. Mudah-mudahan di ujung pertemuan ini, ada rahmat yang diturunkan Allah SWT,” kata perwakilan Kitamart 5 bersama belasan pemilik saham lain yang diterima Camat Mandau di ruang Sekcam Senin (30/9/2020), dikutip dari Klikmx.com.

Disampaikan mereka saham yang mereka tanamkan  itu bukanlah uang "senang'.  Mereka harus banting tulang mengumpulkan sedikit demi sedikit uang itu untuk bisa berinfestasi dengan ikhtiar kemaslahatan umat.

“Uang yang kami tanamkan bukan uang senang. Susah kami mendapatkannya. Ada yang dari tukang sayur, tukang sapu jalan, satpam dan lain. Saat ini kondisi kami sangat sulit, maka nya harapan kami hanya uang itu dikembalikan,” terangnya.

Ditambahkan Sri Hartono selaku kuasa para penyaham, berbagai upaya sudah dilakukan untuk memperjuangkan hak para penyaham itu. Mulai dari somasi ke pihak pengelola hingga jalur hukum melalui Polsek Mandau bahkan ke Polda Riau.

“Ketuanya waktu itu Abi Bahrum sudah kami somasi sejak Desember 2018 tapi tak dibayar juga. Janji janji saja. Kemana lagi anggota Kitamart 5 mengadu kalau  bukan ke pak camat selalu upika. Semoga Pak Camat bisa mengambil ketegasan bersama upika lain terhadap kasus kami ini,” harap Sri Hartono yang getol memperjuangkan hak penyaham Kitamart ini.

Mendengar keluh kesah penyaham Kitamart yang seperti sudah kehilangan harapan ini, Camat Mandau Riki Rihardi merasa prihatin dengan apa yang mereka alami. Namun Camat mengaku serba salah menyikapi kasus ini lantaran kedatangan anggota Kitamart ini bertepatan dengan situasi politik Pilkada Bengkalis yang tengah bergulir.

“Selaku camat, saya dengan tangan terbuka menerima warga saya. Namun saya tak bisa memutuskan seketika. InsyaAllah akan saya pelajari,  saya diskusikan dengan pihak-pihak yang lebih mampu menanganinya,” ujar Camat Mandau Riki Rihardi.

Kendati demikian, Camat Mandau amat respon dengan persoalan yang dihadapi anggota Kitamart 5 ini. Apalagi ini berhubungan dengan hak-hak yang mereka perjuangkan.

“Ini menjadi perhatian serius bagi saya. Tapi saya tak bisa memberi harapan. Saya berupaya mendiskusikan ke pihak-pihak yang mengerti hukum agar persoalan ibu/bapak bisa terselesaikan. Intinya bagaimana uang bapak/ibu dikembalikan  bukan,” pungkas Camat  sembari mengucapkan terimakasih atas silaturrahmi anggota Kitamart 5 ini.