Inhil Usulkan Delapan Desa Jadi Kampung Nelayan


TEMBILAHAN - Peluang Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mendapatkan program Kampung Nelayan dari pemerintah pusat semakin terbuka. Tahun ini, Pemkab Inhil mengusulkan delapan desa untuk menjadi penerima program yang bertujuan memperkuat sektor perikanan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Usulan tersebut disampaikan Bupati Inhil Herman saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Akselerasi Program Kerja Prioritas Nasional Sektor Kelautan dan Perikanan di Ballroom Kementerian Kelautan dan Perikanan belum lama ini.

Herman mengatakan, saat ini usulan delapan desa tersebut tinggal menunggu terbitnya Surat Keputusan (SK) Menteri. Jika telah disahkan, berbagai kegiatan pendukung akan segera direalisasikan di lapangan.

"Tahun ini kita mengusulkan delapan desa menjadi Kampung Nelayan. Insyaallah SK menteri segera keluar sehingga kegiatan di lapangan bisa langsung dilaksanakan," ujarnya.

Menurut Herman, Program Kampung Nelayan memiliki dukungan anggaran yang besar. Di dalamnya terdapat sekitar 15 kegiatan prioritas, mulai dari pembangunan pabrik es, bengkel nelayan, SPBU nelayan hingga sarana pendukung lainnya yang dibutuhkan masyarakat pesisir.

Ia berharap desa-desa yang belum masuk dalam usulan tahun ini dapat kembali diusulkan pada tahun mendatang agar manfaat program dapat dirasakan lebih luas.

Selain itu, Kementerian Desa juga menyiapkan bantuan bioflok bagi desa-desa yang memiliki potensi pengembangan budidaya perikanan, termasuk tambak udang vaname.

"Setelah Rakornas ini kita akan rapat dengan kepala desa yang memiliki potensi agar program tersebut segera diusulkan," katanya.

Herman optimistis program tersebut akan menjadi salah satu penggerak ekonomi desa. Menurutnya, potensi kelautan dan perikanan yang dimiliki Inhil perlu didukung melalui kolaborasi pemerintah pusat dan daerah agar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.***