News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Kasus Covid-19 Tembus 2.800, Warga Sukarela Karantina

Kasus Covid-19 Tembus 2.800, Warga Sukarela Karantina


Jakarta ‐ Pemerintah Kota Teaneck, New Jersey, mengimbau seluruh warga untuk menerapkan karantina secara sukarela. Hal ini dikarenakan lonjakan kasus terinfeksi virus corona di Amerika Serikat (AS) sudah menembus 2.800 kasus hingga Sabtu (14/3) waktu setempat.

Wakil Walikota Teaneck Elie Katz mengatakan imbauan diberikan karena jumlah kasus corona di kawasannya meningkat dua kali lipat dalam semalam. Menurut Departemen Kesehatan New Jersey, Teaneck memiliki 25 kasus hingga Sabtu (14/3).

"Kami tidak tahu bagaimana itu terjadi. Padahal, Teaneck berada di garis depan sejak awal. Kami salah satu yang pertama menutup gedung kota dan sekolah," ujar Elie Katz seperti dilansir CNN.com, Minggu (15/3).

Penyebaran virus corona menjadi perhatian khusus pemerintahan Amerika. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah menjalani uji medis virus corona. Dokter Gedung Putih Sean Conley mengatakan hasil tes Trump negatif corona.

Trump menjalani tes beberapa hari setelah bertemu dengan Fabio Wajngarten, Direktur Komunikasi Presiden Brasil Jair Bolsonaro, yang sempat dikabarkan positif virus corona. Mereka berfoto berdampingan di klub pribadi Trump di Florida, AS.

Sebelumnya, Presiden Trump menyatakan situasi darurat nasional terkait virus corona pada Jumat (13/3). Pemerintah AS juga menggelontorkan US$50 miliar untuk mengatasi penyebaran virus yang sudah ditetapkan pandemik oleh World Health Organisation (WHO).

Pihak Trump juga menyatakan telah bekerja sama dengan pihak swasta untuk meningkatkan kapasitas uji medis bagi masyarakat termasuk melalui drive-through.

Beberapa waktu lalu, pemerintah AS dikritik keras mengenai sistem penanganan virus corona. Anggota Institusi Kesehatan Nasional AS Dr. Anthony Fauci mengatakan sistem uji medis di AS gagal memenuhi kebutuhan warganya.

"Sistem siapa saja bisa mendapatkan pemeriksaan dengan mudah seperti yang dilakukan di negara lain tak terjadi di AS. Saya pikir kita seharusnya seperti itu, tapi kenyataannya tidak," kata Dr. Anthony Fauci dalam kongres pada Kamis (12/3).

Pada Jumat (13/3), Trump mengatakan lima juta uji medis virus corona akan tersedia dalam satu bulan, belum termasuk bantuan dari pihak swasta.

Sementara itu, New York, Illinois dan Colorado telah lebih dulu melakukan pemeriksaan via drive-through. Gubernur New York Andrew Cuomo mengatakan warganya hanya perlu menelepon membuat janji dan tinggal datang untuk dites.

"Hal itu tak hanya lebih cepat dan mudah. Tapi juga lebih aman karena tidak memperlihatkan siapa saja yang mungkin positif virus corona," kata Cuomo.

Berdasarkan data Sabtu (14/3) waktu AS, Virginia Barat menjadi satu-satunya negara bagian yang belum memiliki kasus positif corona. Sekitar 31 orang telah menjalani tes dan 26 orang dinyatakan negatif oleh Departemen Kesehatan Virginia Barat. Lima orang lainnya masih belum mendapatkan hasil.

Kendati demikian, Gubernur Virginia Barat Jim Justice tetap menutup sekolah dan kegiatan lainnya untuk mencegah penyebaran virus corona.




Sumber: Cnnindonesia.com

Tags